7 poin di 5 pertandingan terakhir. Bukan pencapaian yang baik untuk tim sekelas arsenal. Untuk pertama kalinya arsenal di tahan imbang di liga musim ini, dan untuk kedua kalinya arsenal mengalami 2 kekalahan beruntun. Di sini saya ingin mencoba mereview pertandingan EPL arsenal musim ini, saat mereka kehilangan poin.
1. vs Manchester United (A) – Kalah 1-2
Almunia – Sagna – Vermaelen – Gallas – Clichy – Song – Cesc – Diaby – Eboue – Van Persie – Arshavin
Selain Diaby dan Eboue, pemain lainnya adala skuad inti arsenal. Bermain di kandang. 3 poin adalah kewajiban jika arsenal benar-benar serius ingin memenangi EPL musim ini. Sampai akhir babak pertama, semua berjalan dengan rencana. Arsenal menguasai possession, MU bermain pasif, Arshavin mencetak gol.
Bencana di mulai di babak kedua. Almunia mengambil keputusan yang salah. Saat Gallas masih mendominasi man to man dengan Rooney, Almunia memilih untuk “ikut andil” menjaga pertahanan arsenal. Hasilnya, penalty. Diving or not, MU tetep berhasil menyarangkan bola ke gawang Almunia. Satu gol mungkin acceptable. Karena kita semua tau betapa rapuhnya pertahanan arsenal. Sayang beberapa menit kemudian kembali terjadi “kesialan” di pertahanan arsenal. A very unnecessary own goal dari Diaby. Skor pun bertahan sampai habis.
Final thought: Arsenal harusnya bisa menang di sini. Mendominasi permainan, good final ball, sayang harus kalah dengan 2 blunder yang sangat fatal.
2. vs Manchester City (A) – kalah 2-4
Almunia – Sagna – Vermaelen – Gallas – Clichy – Song – Cesc – Diaby – Bendtner – Van Persie – Arshavin
Tidak ada pergantian yang signifikan. Mengganti Eboue dengan Bendtner. Kebobolan cepat di bola atas (which we thought already solved by hiring vermaelen). Kalah di lini tengah.
De Jong – Barry bermain sangat bagus. Fabregas benar-benar di kunci mati. Tumpuk pemain di tengah. Kunci Fabregas. Arsenal selesai. Di tambah dengan absennya Denilson, arsenal tidak bisa memberikan penyerangan yang efektif.
Final thought: Arsenal pantas kalah. City menggunakan strategi yang tepat untuk mengalahkan arsenal. Satu-satunya hal baik di sini adalah Tomas Rosicky. Debut 1 assist dan 1 goal. Welcome back Tomas!
3. vs West Ham United (A) – seri 2-2
Mannone – Sagna – Vermaelen – Gallas – Clichy – Song – Fabregas – Diaby – Eboue – Van Persie – Arshavin
Semuanya terlihat mudah di babak pertama. Sampai HT arsenal masih mendominasi pertandingan. Sekilas terlihat arsenal akan mengulangi pesta gol mereka seperti saat mereka menggilas everton di pertandingan pembuka EPL.
Namun yang terjadi di second half ternyata adalah kebalikannya. Arsenal terlihat bermain santai. Tidak ada penetrasi seperti di babak pertama. Possession gampang hilang. Zola dengan jeniusnya memasukkan Diamanti. Mungkin Diamanti bukan pemain hebat yang bisa memberikan perubahan yang berarti. Tapi Diamanti cukup memberikan pressure ke pertahanan arsenal. Menyebabkan garis arsenal mundur pelan-pelan. Saat itu terjadi, gol tinggal menunggu waktu. Dan benar saja 2 gol akhirnya bersarang ke gawang Mannone. Kemenangan mudah, menjadi 2-2.
Final thought: Arsenal masih belom belajar dari kesalahan musim lalu. Keep pressing. Jika melihat permainan babak pertama, arsenal harusnya menang di sini. Tapi klo melihat pertandingan secara keseluruhan, arsenal cukup beruntung tidak terbalap 2-3.
4. vs Sunderland (A) – kalah 0-1
Almunia – Sagna – Vermaelen – Gallas – Traore – Song – Ramsey – Cesc – Nasri – Eduardo – Rosicky
Gambaran musim lalu. A lot of possession, main cantik, no final ball. Kita semua tau main cantik saja tidak akan memberikan poin di hasil akhir. Rosicky, Nasri, Eduardo semuanya punya passing yang bagus. Tapi tidak ada yang berani melepas tendangan ke gawang.
Final thought: Harusnya seri. Tapi kita semua tau arsenal musim ini selalu kebobolan walaupun sedang mendominasi.
5. vs Chelsea (H) – kalah 0-3
Almunia – Sagna – Vermaelen – Gallas – Traore – Song – Cesc – Denilson – Nasri – Eduardo – Arshavin
Ini kekalahan yang paling menyakitkan. Bukan hanya karena ini kekalahan terbesar musim ini. Bukan hanya karena ini kekalahan di kandang musim ini. Tapi karena Chelsea benar benar mendominasi pertandingan, dan tidak ada yang bisa di lakukan arsenal untuk mengatasinya.
Chelsea kurang lebih menggunakan taktik yang sama dengan City. Tumpuk pemain di tengah, kunci Fabregas. Betul memang sekarang ada Denilson, tapi Denilson ternyata masih kalah dengan chelsea. Essien-Mikel menutup rapat barisan tengah arsenal, Lampard konstan bergerak memberi tekanan, Terry-Carvalho sangat sangat solid.
Yang lebih menyakitkan, saat kita semua merasa Vermaelen-Gallas sudah sangat bisa di andalkan, ternyata masih belum cukup untuk menahan Anelka-Drogba. Sagna kalah dengan Ashley Cole. Eduardo selalu gagal mengamankan bola lebih dari 3 detik.
Final thought: well deserved.
So, apa masalah arsenal sebenarnya? Injury? Gak juga. Defense kita inti mines Clichy. Tapi masalah bukan datang dari sisi Traore, jadi tidak bisa menyalahkan Gibbs/Clichy. Bendtner atau Diaby? Mereka main pun selalu di hujat, sekarang menyalahkan absennya mereka atas kekalahan ini? Lame excuse. Van Persie? Mungkin ini yang paling masuk akal. Tapi kita semua tau Van Persie itu injury prone. Jadi kenapa kaget mendengar kabar van persie cedera? Atau klo mau perumpamaan lebih buruk, klo kita bener-bener bergantung sama van persie, we are no better than liverpool.
Menurut saya sendiri, semua masalah itu pasti berawal dari belakang. Gallas terlihat terlalu di paksakan di umurnya yang sudah tidak muda lagi. Dan sektor yang paling penting mungkin kiper. Tidak ada kesalahan yang spesifik dari Almunia. Tapi kiper itu adalah mata para bek. Kiper bisa melihat semua pergerakan lawan. Harusnya Almunia bisa memberi instruksi lebih baik lagi ke para pemain belakang. Sekarang saya mulai merasa klo arsenal butuh seorang kiper klo memang ingin serius juara. Fabianski, Mannone, mereka no doubt kiper bagus. Tapi potentially bagus. Gak bisa di gunakan sekarang dan bergantung ke mereka untuk menahan gempuran pemain lawan. Yes, Mannone has done that against Fulham. Tapi apa Mannone bisa tetep begitu klo yang nyerang Anelka, Drogba, Bent, Rooney, Defoe, Bellamy? Dont think so.
Chamakh, Gignac dan Henry. Tiga pemain ini terdengar di bursa transfer akan di boyong arsenal dengan status permanen atau pinjaman januari ini. Menurut saya sendiri itu tidak terlalu penting. Membeli tidak selalu menyelesaikan masalah. Ambil contoh MU. Menjual Ronaldo, membeli Owen. Masalah tetap ada. Tapi Ferguson cukup pintar untuk mengubah strateginya jika pembeliannya gagal. Contoh paling konkrit ada di Liverpool. Xabi keluar, beli Aquilani? Sama sekali tidak menyelesaikan masalah. Maka saya tarik kesimpulan klo Chamakh, Gignac atau Henry di beli atas dasar mengganti Van Persie, trust me, it’s not gonna work.
Solusi terbaik sekarang adalah memperbaiki kinerja lini belakang, entah bagaimana caranya. Lalu mencoba mengubah pakem 4-3-3 ke 4-4-2. Atau apa pun itu yang menggunakan pakem 2 striker. Karena Bendtner, Eduardo, Vela mereka semua striker bagus. Tapi harus bermain dengan 2 striker klo mau mengeluarkan kemampuan terbaik mereka. Arshavin bisa di pasang jadi playmaker di formasi 4-3-1-2 dengan tetap menggunakan Fabregas-Song-Denilson di belakang. Masih ada Nasri dan Rosicky yang serba bisa.
AW knows it better. Rabu ini melawan City, saya tidak mengharapkan perubahan instan seperti itu. Carling tetap harus menjadi ajang para young guns. Tapi minggu depan, melawan Stoke City. Walaupun tim kecil, tapi Sorensen bermain cukup baik belakangan. Mereka bisa menggunakan strategi yang sama seperti Sunderland untuk membungkam arsenal. Ini merupakan pemanasan yang tepat sebelum ajang melawan liverpool